Verifikasi Data Desa Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah

Kebakaran Hutan menjadi masalah yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Kebakaran hutan banyak terjadi pada lahan gambut. Lahan gambut terbentuk dari serasah atau binatang yang sudah mati, baik yang sudah melapuk atau pun belum. Beberapa provinsi di Indonesia memiliki kerawanan terhadap bencana kebakaran. Adapun provinsi yang memiliki kerawanan terhadap bencana meliputi Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Beberapa nama desa rawan bencana kebakaran yang didapatkan dari KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia) dan BPS (Badan Pusat Statistik) terdapat perbedaan, sehingga diperlukan adanya verifikasi nama desa rawan kebakaran.

F-Verifikasi Data Desa di Kabupaten Kotawaringin Barat
Verifikasi Data Desa di Kabupaten Kotawaringin Barat

Verifikasi diperlukan sebagai langkah mengetahui desa-desa yang memiliki kerawanan terhadap kebakaran lahan. Badan Informasi Geospasial bersama Parangtritis Geomaritime Science Park melakukan verifikasi nama-nama desa yang rawan terhadap kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah. Terdapat tujuh nama kabupaten yang perlu dilakukan verifikasi. Adapun kabupaten yang memiliki kerawanan terhadap kebakaran hutan adalah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan, Kota Palangkaraya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Barito Selatan.

Hasil verifikasi yang telah dilakukan didapatkan bahwa perbedaan nama desa yang terdapat di beberapa desa pada setiap kecamatan rawan kebakaran memiliki bermacam-macam sebab. Beberapa desa teridentifikasi merupakan nama lokal bukan nama resmi, seperti Seitendang dan Seicabang menjadi Sungai Tendang dan Sungai Cabang. Nama lokal sungai di Kalimantan Tengah adalah sei sehingga eksisting data yang didapatkan berupa Seitendang dan Seicabang.  Beberapa desa tidak teridentifikasi karena merupakan nama sebuah dusun di desa tersebut. Beberapa nama juga teridentifikasi berbeda dan salah ketik, seperti  Sebangau Kecil, di Kabupaten Katingan seharusnya Sebangau Jaya, Hiang Bana seharusnya Hiyang Bana, Tewang Kampung seharusnya Tawang Kampung. Diharapkan dari adanya verifikasi nama desa-desa rawan bencana kebakaran yang dilakukan dapat meminimalisasi tingkat kesalahan di tingkat pusat.

-DSW-

.

Share: