High Density Polyethylene (HDPE) Sebagai Alternatif Bahan Pembuat Kapal

Luas kawasan hutan di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan akibat adanya perambahan hutan, kebakaran, illegal logging, dan illegal trading disebabkan adanya permintaan yang tinggi terhadap hasil hutan untuk pasar lokal, nasional maupun global. Salah satu pemanfaatan hasil hutan berupa kayu digunakan untuk pembuatan kapal baik untuk sarana transportasi laut dan kapal penangkap ikan. Jenis kapal yang digunakan mempunyai ukuran kecil, 1 – 3 gross ton hingga ukuran besar seperti kapal pinisi dengan ukuran 200 gross ton. Kondisi wilayah Indonesia berupa negara kepulauan sangat membutuhkan banyak transportasi laut sebagai transportasi antar pulau. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan adanya 250 ribu kapal kecil, antara 0,5 gross ton hingga 3 gross ton. Berdasarkan jumlah kapal tersebut, dapat dibayangkan banyaknya pohon yang ditebang untuk membuat kapal-kapal tersebut.

Alternatif bahan baku selain kayu untuk pembuatan kapal sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak kerusakan hutan. Bahan fiberglass dapat dijadikan alternatif sebagai bahan baku pembuatan kapal namun mempunyai harga yang cukup tinggi sehingga masyarakat nelayan masih sulit untuk membelinya. HDPE menjadi alternatif lain untuk bahan baku pembuatan kapal dengan harga yang lebih terjangkau. HDPE merupakan polimer termoplastik yang mempunyai sifat keras, tahan terhadap suhu tinggi, mudah dibentuk dan dapat didaur ulang. Susunan molekul pada HDPE yang jarang dan berjauhan, menciptakan kekuatan tensile yang tangguh sehingga memberikan kelenturan serta daya tahan tinggi. Kelebihan lain dari HDPE adalah tahan terhadap korosi, tahan terhadap pengaruh mineral dan bahan kimia, bahkan tahan terhadap lumut dan jamur.

Tabel 1. Properties HDPE

Sumber : Turk Loydu, 2014

Bahan baku plastik HDPE dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran kapal dengan model workboat, Patroli, Police, Ambulance, penjaga pantai dan model lainnya. Kapal berbahan HDPE mempunyai daya tahan yang lama hingga mencapai 50 tahun karena tahan terhadap korosi, penuaan material, kondisi cuaca terburuk, tahan api, dan tahan terhadap ultraviolet (Siswandi, 2016). Material yang digunakan juga mempunyai daya tahan keretakan sehingga meminimalisir kerusakan akibat benturan. HDPE mempunyai sifat tidak beracun sehingga sangat aman digunakan. Keunggulan lainnya dari HDPE dalam pembuatan kapal adalah mudah untuk merakit kapal dengan berbagai model daripada menggunakan material baja, kayu, aluminium atau bahan komposit lainnya. Kapal yang terbuat dari HDPE saat mencapai umur pemakaian atau mengalami kerusakan dapat didaur ulang sehingga mengurangi limbah. Manfaat lain bahan baku HDPE dapat juga digunakan untuk pembuatan dermaga apung dan tambak. 

Kawasan pesisir yang mempunyai karakter cuaca ekstrim dan kondisi perairan dengan salinitas tinggi membutuhkan bahan baku berkualitas dengan daya tahan yang tinggi untuk pembuatan kapal ataupun fasilitas lainnya. Bahan baku yang berkualitas biasanya mempunyai harga yang tinggi sehingga menyulitkan masyarakat pesisir yang mempunyai ekonomi relatif rendah. Bahan baku HDPE diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir yang mempunyai daya tahan tinggi dengan harga terjangkau. Produk dengan usia pemakaian yang lama dan biaya perawatan yang murah dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat pesisir.  

Referensi :

Siswandi, B. (2016). Optimasi Perancangan Kapal Pompong Nelayan Berbahan Dasar Plastik (High Density Polyethylene) untuk Nelayan Bengaklis. Tesis. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Turk Loydu, (2014). Tentative Rules for Polyethylene Craft, Istanbul

www.kompasiana.com

Sumber gambar :

http://topcoistanbul.com.tr