Potensi Jenis Teripang Bernilai Ekonomi Tinggi

Indonesia mempunyai garis pantai sepanjang 95.181 km dengan keanekaragaman hayati dan sumber daya laut yang sangat besar (mega-biodiversity). Berbagai jenis organisme laut mempunyai banyak manfaat baik dalam bidang industri farmasi, pertanian, industri kosmetik dan makanan. Teripang merupakan salah satu organisme yang bernilai ekonomis tinggi dan umumnya diperdagangkan dalam bentuk kering. Berbagai olahan teripang seperti gonad kering (konoko), usus kering (konowata) atau kerupuk.

Teripang merupakan hewan yang tidak bertulang belakang yang termasuk dalam famili Holothuriidae dan Stichopodidae. Habitat teripang berada di ekosistem terumbu karang dengan perairan yang jernih, mutu air cukup baik, air relatif tenang dan bebas dari polusi. Teripang yang terdapat di wilayah perairan Indonesia terdiri dari 25 jenis yang sudah dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Teripang yang mempunyai nilai komersial hidup pada substrat pasir, substrat keras, atau substrat karang pada perairan dangkal.

Tabel 1. Jenis-jenis teripang di Indonesia dan nilai pasarnya

                   Sumber : Darsono (2005)

Teripang mengandung berbagai macam senyawa yang mempunyai banyak manfaat sebagai obat dan makanan. Kandungan gizi yang terkandung di dalam teripang diantaranya terdapat 9 jenis karbohidrat, 59 jenis asam lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin dan 10 jenis mineral, dan 5 sterol. Ekstraksi asam lemak teripang jenis Stichopus chloronotus mengandung 11 jenis asam lemak dengan berbagai macam pelarut etanol, metanol dan buffer fosfat. Teripang juga mempunyai kandungan asam amino dan kolagen yang cukup tinggi.

Teripang yang mempunyai nilai komersial pada umumnya hidup pada substrat pasir, substrat keras, atau substrat karang pada perairan dangkal di kedalaman 50 cm. Habitat teripang di wilayah terumbu karang memungkinkan teripang kaya akan kandungan mineral seperti kalsium, fosfor, kromium, dan zat besi. Hidup di lingkungan perairan dengan ombak laut, karang dan bebatuan menyebabkan dinding tubuh teripang terpecah atau luka. Teripang mempunyai kemampuan untuk meregenerasi sel untuk menyembuhkan luka dalam kurun waktu 10-90 hari. Kandungan protein yang tinggi pada teripang dapat meningkatkan regenerasi sel-sel mati akibat luka sehingga dapat menyembuhkan luka dan untuk memperkuat sistem daya tahan tubuh. 

Pengolahan teripang biasanya dalam bentuk kering dan asap dengan pengolahan secara tradisional dan peralatan yang sederhana oleh para nelayan. Berat teripang yang ideal adalah 400-500 g dan dipanen dari daerah yang bebas polusi. Teripang yang akan diekspor tidak boleh berada di kawasan perairan yang tercemar logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan timbal (Pb). Proses pengolahan teripang terdapat beberapa tahapan diantaranya penanganan bahan baku, pengeluaran isi perut, perebusan, penghilangan lapisan kapur, penyiangan, pengasapan, pengeringan, dan pengemasan. Setelah pengemasan, produk olahan teripang dapat dipasarkan baik didalam negeri maupun untuk ekspor ke luar negeri.

Referensi

Kustiariyah, 2007. Teripang Sebagai Sumber Pangan Dan Bioaktif. Buletin Teknologi Hasil Perikanan.

bbp4b.litbang.kkp.go.id

www.biodiversity4all.org