Kegiatan Literasi Geospasial Dalam Rangka Inovasi Kegiatan PGSP

Senin (19/04/2021), Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) mengadakan Kegiatan Literasi Geospasial dalam rangka inovasi program kerja PGSP pada tahun 2021 yang diselenggarakan di Auditorium Museum Gumuk Pasir Parangtritis. Kegiatan ini yang dihadiri oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Amikom Yogyakarta, Sekolah Seni dan Komunitas Seni ini bertujuan untuk melakukan kolaborasi antara PGSP dengan pihak-pihak terkait dalam rangka melakukan inovasi program kegiatan tahun 2021. 

Dihadiri langsung oleh Bapak Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, M.Sc, kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dalam kesempatannya, Kepala BIG menyampaikan beberapa poin utama, diantaranya (1) informasi Geospasial merupakan informasi penting dalam pembangunan nasional; (2) kunci pelaksanaan pembangunan nasional tersebut perlu adanya integrasi spasial, tabular, dan finansial secara komprehensif; (3) sehingga BIG punya tanggung jawab moral dalam mempromosikan dan mendelegasikan Informasi Geospasial dalam bentuk literasi geospasial. Di sisi lain, sektor pemberdayaan masyarakat, kesenian dan kebudayaan mempunyai peran penting dalam memperkenalkan Informasi Geospasial dalam berbagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan di Museum Gumuk Pasir sejauh ini. 

Kegiatan Literasi Geospasial

Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menceritakan, gagasan literasi geospasial berawal dari diskusi bersama para seniman di masa pandemi bahwa kawasan gumuk pasir bertetangga dengan ekonomi kreatif industri-industri seni. Industri seni di Kasongan dan Melikan menghasilkan berbagai karya seni yang bermanfaat, artistik dan bernilai ekonomi. Institusi pemerintah dan kalangan kampus diharapkan dapat lebih peka dalam memanfaatkan seni sehingga karya seni yang dihasilkan dapat menyentuh berbagai aspek, salah satunya adalah aspek informasi geospasial. Berbagai kegiatan hasil kolaborasi antara literasi geospasial dan apresiasi seni budaya diharapkan dapat meningkatkan kualitas PGSP dalam melayani masyarakat dari sisi ilmu pengetahuan dan seni budaya. 

Kegiatan literasi geospasial ini disambut baik oleh institusi pendidikan dan komunitas seni. Berbagai masukan dari institusi pendidikan dan komunitas seni disampaikan guna mendukung kegiatan di Museum Gumuk Pasir. Heru Siswanto, Seniman Seni Patung Kasongan, menyampaikan pihaknya dapat membantu berkontribusi dalam bidang seni dengan membuat karya seni yang menyentuh aspek informasi geospasial, salah satunya celengan berbentuk bumi. Universitas Amikom yang diwakili oleh Bu Fitria Nucifera menyampaikan pihaknya dapat berkontribusi dalam bentuk konten digital, seperti lagu, puisi dan video dokumenter terkait fenomena geografi. Kontribusi dari pihak institusi pendidikan dan komunitas seni berupa inovasi kegiatan di Museum Gumuk Pasir akan ditindaklanjuti dalam berbagai bentuk kegiatan seperti kunjungan, lomba maupun kegiatan bersama di Festival Gumuk Pasir.

Roundtrip Museum

Setelah kegiatan literasi geospasial, komunitas seni yang hadir di Auditorium Museum Gumuk Pasir melakukan round trip di Museum Gumuk Pasir. Round trip didampingi edukator museum yang menjelaskan koleksi-koleksi yang ada di museum dan proses-proses terbentuknya gumuk pasir. Disela-sela round trip juga dilakukan diskusi-diskusi ringan tentang kegiatan-kegiatan kolaborasi yang bisa dilakukan di Museum Gumuk Pasir.