Bambu Laut (Isis hippuris) Sebagai Penghasil Antivirus

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di daerah tropis sehingga memiliki banyak keanekaragaman jenis biota laut. Ekosistem biota laut terbentuk oleh adanya biota karang yang menjadi unsur utama penyusun terumbu serta biota lainnya seperti tumbuhan yang saling berinteraksi untuk membentuk ekosistem di perairan. Oktokoral adalah salah satu biota penyusun terumbu yang hidup kawasan pasang surut (intertidal), perairan dalam (oceanic), dan daerah abisal (abyssal area). Bambu Laut (Isis hippuris) merupakan kelompok Oktokoral yang hidup melekat di substrat pasir maupun karang dan mempunyai kerangka dalam (aksial) terdiri atas gorgonin yang keras dan padat. 

Bambu laut mempunyai tampilan yang menarik dengan variasi warna keemasan, kuning terang kehijau-hijauan atau coklat. Warna koloni-koloni dalam bambu laut dipengaruhi oleh kandungan pigmen dari alga uniseluler (zooxanthellae) yang hidup bersimbiosis di jaringan koenzimnya. Koloni-koloni berbentuk seperti pohon yang tumbuh tegak dengan medula menyerupai batang pada tumbuhan. Cabang bambu laut berbentuk silinder dan bertekstur halus dengan tipe percabangan yang beragam. Habitat bambu  laut di perairan tropis yang dangkal dengan kondisi air jernih serta jauh dari sedimentasi dan hempasan ombak. Habitatnya tersebar di perairan Andaman, Filipina, Papua Nugini, Taiwan, Palau, Ryukyu Islands dan Indonesia.   

Gambar 1. Bambu Laut (Isis hippuris) (BPSPL Padang)

Kandungan di dalam tubuh bambu laut terdapat senyawa spesifik hippuristanol yang mempunyai sifat antivirus dan bahan campuran pembuatan keramik porselin. Hippuristanol mempunyai sifat sitotoksik yang dapat mempengaruhi sel pada suatu jaringan dengan kandungan racunnya. Senyawa Hippuristanol mampu memperlambat perkembangbiakan polio, tanpa mengganggu pembentukan protein pada sel-sel yang tidak terinfeksi dan dapat membantu dalam pengobatan kanker serta pemakaian untuk proses kemoterapi. Hippuristanol mempunyai peranan penting dalam dunia kedokteran karena membantu memperlambat dan mencegah perkembangbiakan virus serta menghambat penyebaran sel kanker (Manuputty, 2008). 

Kandungan senyawa Hippuristanol pada bambu laut sebagai antivirus menjadikan nilai ekonominya menjadi tinggi bahkan dijadikan komoditi ekspor. Kondisi ini berdampak terhadap eksploitasi berlebihan yang menyebabkan kerusakan substrat karang. Pencegahan kerusakan substrat karang oleh pemerintah dengan menetapkan bambu laut sebagai jenis biota dilindungi dengan status perlindungan terbatas berdasarkan Keputusan Menteri No. 46/KEPMEN-KP/2014 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kerusakan ekosistem terumbu karang menyebabkan pertumbuhan bambu laut semakin melambat sehingga ukuran untuk komersial sulit dicapai. Jumlah permintaan yang semakin meningkat tidak dapat diimbangi dengan laju pertumbuhan bambu laut dan populasinya. Pentingnya menjaga ekosistem lingkungan terutama bagi bambu laut dapat memberikan kontribusi baik di bidang pariwisata, kesehatan dan lingkungan pesisir menuju poros maritim dunia.

Referensi :

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar. Distribusi dan Populasi Bambu Laut di Perairan Bima dan Alor. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Manuputty, A. (2008). Isis hippuris Linnaeus 1758 : Oktoral Penghasil Anti Virus. Oseana, Volume XXXIII.

https://kkp.go.id