Potensi Pesisir Pulau Raas di Timur Madura

Pulau Raas terletak di sebelah timur pulau Madura dan merupakan bagian dari kepulauan Kangean. Secara administrasi kecamatan Raas berada di Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Luas kecamatan Raas sebesar 39,92 kilometer persegi yang terdiri atas 9 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 36.416 jiwa berdasarkan data BPS tahun 2018. Perjalanan menuju Pulau Raas dapat ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep maupun dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo dengan waktu tempuh kurang lebih 4-5 jam. 

Pulau Raas mempunyai potensi pesisir berupa vegetasi mangrove, terumbu karang, dan perikanan. Potensi pada sektor perikanan meliputi penangkapan ikan di laut, budidaya dan pengolahan. Jenis-jenis ikan hasil tangkapan ikan laut antara lain ikan karang, tongkol, teri, dan rajungan. Budidaya perikanan yang sudah dikembangkan di Pulau Raas meliputi ikan kerapu, rumput laut, ikan karang dan dan ikan hias. Potensi teripang di Pulau Raas cukup melimpah dengan berbagai jenis teripang seperti teripang gamat, teripang karo, dan teripang dongak. Selain penangkapan ikan dan budidaya, sektor pengolahan hasil perikanan juga mempunyai peran penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil pengolahan perikanan selain produk makanan juga menghasilkan kerajinan tangan berupa pernak-pernik dari kerang.

Gambar 1. Komposit saluran inframerah dekat, merah dan hijau pada Citra Sentinel-2 MSI

Selain dari sektor perikanan, Pulau Raas memiliki potensi wisata alam berupa keindahan pesisir dan terumbu karang yang dapat memancing minat wisatawan. Kawasan wisata pantai di Pulau Raas yang sudah berkembang seperti Pantai Tanjung Wangi, Pantai Pasir Panjang, dan Pantai Pasir Batur. Kawasan perairan di sekitar Pulau Raas mempunyai potensi wisata terumbu karang namun masih minim informasi karena belum ada pengelolaan dan daya dukung untuk sektor wisata bawah air. Hasil tangkapan foto/citra satelit menunjukkan hamparan perairan dangkal di sekitar kawasan pulau dengan potensi yang tinggi pada terumbu karang dan ikan laut. Luas wilayah perairan dangkal mencapai 68,96 kilometer persegi dengan hamparan pasir putih dan kawasan terumbu karang.

Wilayah mangrove di pulau Raas cukup luas sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sektor pariwisata dan budidaya perikanan. Kawasan mangrove tersebar di sekitar pesisir pantai yang terpantau pada citra satelit Sentinel-2 MSI berona merah pada citra komposit false colour. Luas kawasan mangrove di Pulau Raas mencapai 6,75 kilometer persegi. Hutan mangrove merupakan habitat berbagai jenis fauna seperti udang, belut, kepiting, siput laut, burung, dan beragam spesies lainnya. 

Karakteristik pesisir di Pulau Raas mempunyai banyak variasi dari adanya vegetasi mangrove, pantai berpasir, laut dangkal, pulau kecil, dan terumbu karang. Potensi-potensi tersebut masih belum tereksplorasi secara menyeluruh oleh sebab aksesibilitas menuju ke Pulau masih terbatas dan waktu tempuh relatif lama. Berdasarkan data BPS tahun 2018, aksesibilitas di daratan Kecamatan Raas mempunyai jalan kabupaten sepanjang 49,3 km dan jalan desa sepanjang 47,3 km. Fasilitas-fasilitas untuk mendukung pariwisata masih relatif minim, hal ini ditunjukkan belum adanya fasilitas penginapan dan sedikitnya rumah makan. Peningkatan fasilitas pendukung sangat dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi pulau-pulau terpencil. Transportasi laut untuk transportasi sangat diperlukan dalam memasarkan produk-produk hasil laut dari masyarakat pesisir.

Referensi

https://kpud-sumenepkab.go.id

https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Raas

https://sumenepkab.bps.go.id