Katang-katang : Potensi Tanaman Obat di Kawasan Pesisir

Potensi flora pesisir mempunyai beragam manfaat baik secara ekologi dan manfaat untuk manusia. Ekosistem kawasan pesisir memiliki berbagai jenis vegetasi yang beraneka ragam dan mempunyai fungsi ekologi berbeda-beda. Manfaat untuk manusia dapat berupa penyuburan tanah pertanian, penahan bencana, dan dapat dimanfaatkan untuk konsumsi dan obat-obatan. Salah satu vegetasi pesisir yang dapat dimanfaatkan untuk obat adalah katang-katang (Ipomoea pes caprae). Katang-katang tumbuh di sepanjang kawasan pesisir dengan hamparan yang cukup luas menutupi pasir pantai.

Katang-katang termasuk dalam famili Convolvulaceae dengan ciri-ciri batang lurus dan panjang yang tumbuh menjalar dan menyebar ke segala arah. Tajuk bunga berwarna merah ungu dengan bentuk menyerupai terompet. Katang-katang merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di atas pasir pesisir pantai yang mampu beradaptasi pada kondisi ekstrim dengan angin kencang yang mengandung garam tinggi, suhu tanah tinggi, nutrisi tanah yang rendah dan gangguan badai. (Margaret & Leonard, 1994 ). Katang-katang tersebar sepanjang pantai di Indonesia karena berada di wilayah beriklim tropis dan subtropis yang merupakan tempat tumbuh yang sesuai. Spesies ini sangat sesuai dalam program rehabilitasi/restorasi ekosistem karena kemampuannya dalam menstabilkan pasir yang dapat membentuk hamparan untuk mengikat pasir.

Obat tradisional dalam dunia kesehatan mempunyai keunggulan tidak ada efek samping terhadap tubuh yang mengkonsumsinya. Katang-katang merupakan vegetasi pesisir yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Manfaat katang-katang bagi kesehatan sebagai obat untuk peradangan, nyeri, peradangan pada wasir, gangguan diuresis, pembengkakan gusi dan nyeri pada penyakit gonore. Kandungan senyawa antioksidan di dalam tanaman dapat menunda, memperlambat atau mencegah proses oksidasi dalam bahan pangan dan tubuh manusia. Selain antioksidan, ekstrak katang-katang juga mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker rahim (Hardjito dan Kingston, 2004).

Pemanfaatan tanaman katang-katang baik berupa daun, batang dan biji dapat digunakan untuk pengobatan. Akar katang-katang mempunyai khasiat untuk mengobati sakit gigi dan eksim. Cairan dari batangnya bisa digunakan untuk mengobati gigitan serangga dan sengatan binatang. Daun katang-katang mempunyai khasiat untuk mengobati rematik, wasir dan korengan. Sedangkan bijinya baik digunakan untuk sakit perut dan kram. Tanam katang-katang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil.

Budidaya dan pengembangan katang-katang untuk obat tradisional masih minim informasi. Masih sedikit produk-produk yang berbahan dari tanaman katang-katang untuk pengobatan. Penggunaan tanaman katang – katang hanya dilakukan oleh penduduk sekitar pesisir. Penelitian lebih lanjut dalam penggunaan tanaman obat seperti katang-katang untuk menjadi sebuah produk herbal perlu dilakukan untuk dapat dikonsumsi masyarakat secara luas. Sistem budidaya tanaman katang-katang perlu dikembangkan untuk penyuluhan kepada masyarakat sekitar sebagai alternatif peningkatan ekonomi masyarakat sekitar pesisir.

 


Referensi:

Hardjito L., Kingston D. 2004. Bioactive compounds from Indonesia marine invertebrates and their sustainable production through maricultured. Laporan RUT 2004.

Margaret SD, Leonard BT. (1992). Self-Incompatibility in Ipomoea pes-caprae (Convolvulaceae). The American Midland Naturalist 128 (1): 22-29.

Referensi Gambar : http://tropical.theferns.info/image.php?id=Ipomoea+pes-caprae