Pembangunan Kawasan Pesisir Berbasis Blue Economy

Kondisi lingkungan yang terus mengalami penurunan dapat berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan umat manusia. Kerusakan lingkungan di wilayah pesisir akibat pencemaran air, sampah,  dan bencana menyebabkan penurunan kualitas lingkungan untuk daya dukung kehidupan. Perekonomian masyarakat wilayah pesisir terus mengalami tekanan akibat kemiskinan, ketidakmerataan kesejahteraan, minimnya fasilitas dan adanya kriminalitas. Upaya peningkatan kondisi lingkungan dan ekonomi dapat dilakukan secara bersama-sama oleh umat manusia dengan mengubah perilaku kita dalam mengelola dan merespons terhadap kondisi alam. Kemajuan teknologi dapat membantu manusia untuk menyelaraskan pembangunan yang seimbang dengan karakteristik ekosistem lingkungan serta didukung oleh perilaku dalam perencanaan kehidupan yang berkelanjutan dan tetap menjaga kelestarian alam.

Peningkatan ekonomi dan pembangunan wilayah pesisir didasarkan pada keselarasan terhadap karakteristik lingkungan. Salah satu konsep yang dapat dikembangkan yaitu Konsep Ekonomi Biru (blue economy) yang digagas oleh Prof. Gunter Pauli, melalui bukunya “Blue Economy” tahun 2010. Konsep ini didasari atas kondisi ekonomi dunia yang mempunyai kecenderungan eksploitasi melebihi daya dukung alam, sehingga diperlukan perubahan tindakan untuk mengembalikan kembali kemampuan daya dukung alam tersebut. Proses pengembangan ekonomi dimana bahan baku dan proses produksi bersumber dari alam dengan mengikuti cara alam bekerja serta memberdayakan sumberdaya dan masyarakat lokal. Proses ini diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi, kesejahteraan rakyat dan tetap menjaga kondisi langit serta laut tetap biru atau juga disebut dengan “Blue Sky – Blue Ocean” (Pauli, 2013). 

Proses pembangunan kawasan pesisir menganut empat prinsip dalam Ekonomi Biru agar lebih efisiensi dalam mengelola sumber daya alam. Pertama, Minimize waste yaitu dalam proses produksi harus menghasilkan produk yang bersih (clean production) tanpa adanya nir limbah (zero waste). Kedua, inklusi sosial dalam proses produksi memberikan pemerataan kesejahteraan sosial berupa peningkatan ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat miskin. Ketiga, inovasi dan adaptasi semua kegiatan dengan memperhatikan prinsip hukum fisika dan sifat alam yang adaptif. Keempat, kegiatan ekonomi diharapkan mempunyai multiplier effect berupa dampak secara luas dalam berbagai bentuk usaha dan tidak rentan terhadap perubahan harga pasar (Pauli, 2013). Prinsip Ekonomi Biru fokus terhadap hasil berupa produk yang bersifat ganda, sehingga tidak tergantung hanya mengandalkan satu produk saja.

Beberapa masyarakat pesisir sudah menerapkan prinsip Blue Economy, salah satunya di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Penerapan prinsip Blue Economy pada pengolahan kulit menjadi kerupuk ikan dan tulang ikan menjadi abon ikan. Proses pengolahan kulit mampu menerapkan prinsip minimize waste dengan memanfaatkan tulang dan kulit ikan menjadi produk olahan. Hasil olahan memberikan multiplier effect berupa penambahan penghasilan dan sebagai alternatif mata pencaharian. Pengolahan kulit dan tulang ikan menerapkan prinsip inklusi sosial yaitu proses produksi dapat dilakukan semua masyarakat pesisir karena tidak membutuhkan modal yang besar. Prinsip Inovasi dan adaptif terdapat pada pemanfaatan limbah menjadi produk makanan yang siap konsumsi (Mira, 2014).

Bentuk pengelolaan hasil tangkapan ikan dan produk olahan lainnya masih dapat dikembangkan dengan menerapkan prinsip-prinsip Blue Economy. Peran serta stakeholder, peneliti, perguruan tinggi dan masyarakat yang berkontribusi dalam menciptakan inovasi produksi hasil laut yang selaras dengan nilai kearifan lokal diperlukan kerjasama yang sinergi untuk menciptakan berbagai bisnis di sektor kelautan. Berbagai bentuk inovasi dapat memberikan alternatif bagi masyarakat pesisir untuk menentukan jenis pengelolaan hasil laut dengan menyesuaikan kondisi lingkungan serta permintaan pasar. 

Referensi 

Mira, dkk. 2014. Penerapan Prinsip Blue Economy Pada Masyarakat Pesisir Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jakarta Utara Buletin Riset Sosek Kelautan dan Perikanan Vol.9.

Pauli, Gunter. 2010. The Blue economy. 10 Years, 100 Innovation, 100 Milion Jobs. Paradigma Publication, Taos, New Mexico.

https://www.kompasiana.com

https://www.bps.go.id

https://thecommonwealth.org